Undangan pernikahan merupakan salah satu elemen penting pada proses pernikahan, undangan nikah harus dipikirkan jauh-jauh hari dan termasuk ke dalam bagian pra pernikahan karena sebelum hari H pernikahan berlangsung. Undangan pernikahan adalah bentuk kartu atau surat yang ditujukan kepada seseorang dan meminta mereka hadir dalam acara pernikahan pengundang, biasanya kartu undangan berbentuk kartu yang dikemas menggunakan plastik.

Dalam istilah pernikahan bisa juga disebut “sebar undangan” yang diartikan sebagai menyebar undangan sebagai informasi bahwa akan ada acara pernikahan yang digelar, dengan kartu undangan akan lebih terlihat sopan untuk mengundang seseorang daripada menyampaikan secara langsung.

Dalam kartu undangan dimana bertujuan untuk mengundang seseorang berisi sejumlah informasi tentang waktu dan tempat prosesi pernikahan secara detail, hal itu bertujuan supaya informasi yang diterima adalah jelas jadi penerima undangan tidak bertanya-tanya lagi tentang informasi pernikahan.

Mengundang orang lain untuk menghadiri pernikahan bukanlah sebatas mengajak untuk hadir namun perlu memikirkan informasi lainnya supaya orang yang akan kita undang dapat memahami dengan baik dan tidak kebingungan nantinya. Menyebar undangan bukanlah hal yang baru bagi kita karena sudah sejak lama kita menggunakan tradisi tersebut.

Undangan Pernikahan Dan Hal Yang Harus Ada Di Dalamnya

Biasanya pihak keluarga yang akan mengirimkan undangan langsung kepada orang-orang dan tidak jarang juga pihak calon mempelai yang akan mengantarkan undangan. Berikut ini terdapat 5 unsur penting dalam undangan pernikahan :

  1. Nama lengkap pengantin
    Hal pertama yang penting dalam undangan pernikahan adalah nama pengantin, sebagai informasi bahwa nama orang yang akan menikah. Untuk memastikan agar tidak terjadi kesalahpahaman gunakanlah nama lengkap, jangan hanya meletakkan nama panggilan saja.

    Diperbolehkan menggunakan keduanya yaitu nama lengkap ditambah nama panggilan. Biasanya peletakkan nama pengantin pada halaman pertama dan halaman kedua, pada halaman pertama yaitu lembar cover hanya nama singkatnya saja dan halaman kedua barulah nama lengkap dan nama panggilan, namun jika sudah memiliki gelar lulusan diperbolehkan juga menambahkan.

    Contoh penulisannya seperti:
    Halaman 1 atau cover
    A&S
    Halaman kedua
    Ahmad Rafli S.Pd & Siti Soleha S. Pd

  2. Alamat pernikahan
    Hal kedua adalah alamat pernikahan sertakan dengan alamat yang jelas, sebagai orang yang tinggal di ibukota Jakarta yang sangat padat mencari alamat juga merupakan hal yang sulit namun tidaklah perlu khawatir apabila sudah mendapatkan alamat yang jelas dan lengkap tidak akan kesulitan lagi.

    Selain alamat lengkap, usahakan sertakan map simple sebagai petunjuk arah dan memberikan patokan dekat lokasi pernikahan. Contoh penulisan seperti :

    Resepsi Pernikahan
    Balai Kartini
    Jl. Gatot Subroto No.Kav. 37, Kuningan, Setiabudi, Kota Jakarta Selatan

  3. Tanggal, Hari dan waktu acara pernikahan
    Hal ketiga adalah tanggal dan waktu acara pernikahan, biasanya dalam kartu undangan pernikahan akan menyertakan tanggal dan waktu 2 acara inti yaitu akad dan resepsi pernikahan. Contoh penulisan seperti;

    Minggu, 21 Agustus 2020
    Akad : 09.00
    Resepsi : 15.00-Selesai

  4. Nama yang dituju
    Dalam sebuah kartu undangan jangan lupakan nama yang dituju, hal itu akan menunjukkan mengundang dengan cara yang lebih sopan, biasanya pada halaman pertama dituliskan nama yang dituju dalam perseorangan, bisa juga dua orang atau partner, atau banyak orang atau keluarga. Untuk seseorang yang sudah diatas 18 tahun maka sebaiknya mendapatkan satu undangan. Letak penulisan nama yang dituju sebaiknya diletakkan di depan halaman. Misalnya untuk penulisan nama yang dituju seperti;

    Kepada : Bpk Anto
    Kepada : Hilman & Partner
    Kepada : H. Joko & Keluarga

  5. Kata-kata mutiara
    Kata-kata mutiara jangan dilupakan dalam penulisan kartu undangan, selain untuk mempercantik undangan pernikahan juga sebagai permintaan untuk doa restu. Biasanya jika dalam agama Islam akan mengambil salah satu ayat suci Al-Qur’an tentang pernikahan, begitupun dengan agama kristen juga mengambil petikan dalam Al-Kitab tentang pernikahan. Kata-kata mutiara biasanya diselipkan dalam setiap kata-kata lainnya, contoh kata-kata mutiara yaitu;

    Ketika Tuhan menulis TakdirNya
    Tuhan juga menulis satu nama dalam hidupku
    Bertahun aku menunggu satu nama itu
    Akhirnya hari ini terjawab sudah penantian itu
    Kamu adalah Takdirku…..

    Maha suci Allah SWT
    Yang telah menciptakan makhlukNya
    Berpasang-pasangan. Ya Allah, perkenankan
    Kami menikahkan putra-putri kami

Design Kartu Undangan Pernikahan

Kartu undangan memiliki desain yang berbeda-beda tergantung dari harga yang ditawarkan oleh wedding organizer, kartu undangan yang pada umumnya yaitu kartu undangan yang terdiri dari 3 lapis dan dibungkus dalam plastik. Kini sudah beredar kartu undangan yang memiliki desain macam-macam, walaupun demikian kita tidak boleh melupakan esensi dari kartu undangan itu sendiri.

Untuk memilih warna dan desain kartu undangan pernikahan pastikanlah itu cocok dengan tema pernikahan misalnya kamu menggunakan konsep simple maka gunakanlah konsep yang simple pula. Sebelumnya kita harus membuat nama-nama list yang akan kita undang nantinya, usahakanlah mengundang yang penting-penting saja dan yang perlu diundang untuk menghemat jumlah undangan, misalnya ingin mengundang teman kantor maka kamu cukup umumkan lewat pertemuan kantor saja.

Berbeda jika ingin mengundang satuan maka gunakanlah kartu undangan, misalnya mengundang bos kantor atau petinggi lainnya. Hal itu sebagai upaya untuk menghemat pengeluaran jumlah dari kartu undangan. Karena setelah hari pernikahan selesai kartu undangan sudah tidak memiliki fungsi lagi.

Apalagi saat musim pernikahan bisa kita bayangkan berapa banyak kertas yang terbuang sia-sia hanya karena ingin mengundang semua teman-teman kita. Maka dahulukan yang perlu-perlu saja, undang yang secukupnya tidak perlu banyak-banyak.

Oleh karena itu salah satu alternatif apabila kehabisan undangan wedding padahal masih banyak teman yang belum kita undang adalah mengundang dengan cara mengirimkan e-undangan yang bersifat softfile lalu kita kirimkan dengan cara personal chat.

Saat seperti ini dimana pernikahan banyak yang tertunda karena pandemik yang mengharuskan adanya jaga jarak dan pembatasan sosial berskala besar banyak pernikahan yang akhirnya tertunda berbulan-bulan namun banyak juga yang tetap melaksanakan pernikahan dengan alasan sudah menunggu waktu yang lama dan sebagainya, pernikahan pada momen ini berbeda dengan pernikahan pada biasanya karena mengharuskan jaga jarak dan adanya batasan undangan, pernikahan kini bukan lagi tentang kemewahan dan menggelar secara besar.

Hal ini berdampak juga pada kartu undangan, karena yang akan diundang juga tidak terlalu banyak maka kartu undangan pernikahan menjadi elemen yang tidak terlalu penting, menyebar kartu undangan mengharuskan seseorang untuk mendatangi satu-persatu. Kini kartu undangan sudah dalam wajah baru yaitu kartu undangan virtual, sebenarnya sudah lama namun pernikahan terdahulu lebih mengutamakan kartu undangan fisik daripada kartu undangan virtual, berbeda dengan sekarang dimana orang sudah mulai banyak yang beralih menjadi menyebar undangan virtual.

Undangan pernikahan virtual memudahkan orang karena tidak perlu mendatangi satu-persatu, salah satu hasil dari canggihnya teknologi yang semakin maju ditambah sudah hampir semua masyarakat menggunakan Smartphone yang memudahkan untuk berkomunikasi satu sama lain tanpa bertemu langsung.