Nikah muda hingga kini masih menuai pro kontra di masyarakat. Banyak orang yang mendukung nikah muda, namun tak sedikit yang kontra akan nikah muda karena banyak faktor. Meskipun dalam Undang- Undang Dasar pasal 7 ayat 1 yang mengatur batas usia diperbolehkan menikah secara hukum. Batas usia yang tertera pun terbilang cukup muda, yakni minimal 19 tahun baik laki-laki maupun perempuan. 

Meskipun dalam agama Islam, menikah adalah sesuatu yang perlu disegerakan, jika sudah waktunya dan bermaksud untuk menghindari hubungan zina antara lawan jenis. Meskipun maksud nikah muda dalam Islam adalah untuk hal baik, masih ada segelintir masyarakat yang tidak setuju akan hal ini. Alasan segelintir masyarakat yang kontra akan nikah muda biasanya karena hal-hal berikut.

  1. Usia masih menjadi patokan tingkat kedewasaan

Sikap dewasa memang tidak ditentukan oleh usia seseorang. Tapi, seiring dengan pertambahan usia biasanya sikap dewasa seseorang juga ikut berkembang. Hal ini lah yang menjadikan usia muda dinilai kurang dewasa untuk menghadapi masalah yang akan datang ketika sudah menikah.

  1. Finansial yang belum stabil

Hal ini tentu tidak terjadi pada semua orang dengan usia muda. Namun untuk segelintir orang, rentan usia sekitar 20 hingga 25 adalah waktu dimana biasanya anak- anak muda baru mulai masuk ke dalam dunia pekerjaan. Dinilai belum memiliki finansial yang stabil dan masih banyak harus mempersiapkan keuangan.

  1. Menunggu karir yang cemerlang

Jiwa muda biasanya masih gemar berganti- ganti pekerjaan untuk menemukan yang cocok pada dirinya. Anak muda cenderung mudah bosan dengan suatu pekerjaan dan gemar melakukan job hopping atau lompat- lompat pekerjaan. Tak hanya untuk menemukan pekerjaan yang cocok, tetapi tak dapat dipungkiri bahwa jiwa muda adalah jiwa- jiwa yang masih ingin banyak bereksperimen untuk pengalaman.

Ini Alasan Kenapa Kamu Harus Nikah Muda

Terlepas dari hal tersebut, nikah muda juga memiliki banyak hal positif yang bisa kamu dapatkan. Banyak juga masyarakat yang sudah mantap dan siap untuk menikah muda. Jika kamu, adalah salah satu orang yang masih bimbang akan nikah muda. Berikut adalah alasan mengapa kamu harus menikah muda.

  1. Dianjurkan oleh agama

Dalam seluruh agama, pasti mengajarkan kebaikan dan berkewajiban menghindari kemungkaran. Nikah muda dinilai dapat mencegah lawan jenis dari perbuatan amoral yang dapat merugikan jika belum terikat secara sah. Dengan sah menikah, pasangan dapat melakukan kegiatan apapun bersama tanpa perlu khawatir akan menimbulkan fitnah yang biasanya datang dari masyarakat.

  1. Memiliki support system 24/7

Siapa sih yak tak mau memiliki orang yang selalu ada untuk mendukung setiap usaha yang akan kita lakukan? Meskipun hal ini bisa didapatkan tak hanya lewat nikah muda. Namun, jika kamu sudah memiliki pasangan sejati kamu akan lebih bersemangat karena yang kamu lakukan tidak semata- mata hanya untuk kepuasan diri sendiri. 

Saat kamu gagal pun, rasa khawatir untuk ditinggalkan pasangan akan berkurang. Karena, menikah adalah sebuah komitmen besar yang tak dapat dengan mudah diputuskan begitu saja. Pasangan sah dapat dikatakan seperti bantala yang akan menahanmu dari rasa sakit ketika terjatuh.

  1. Menikmati petualangan hidup bersama

Dengan menikah, kamu memiliki pasangan yang siap selalu ada bersama dalam kondisi apapun. Menikah juga dianalogikan seperti mengarungi bahtera di samudera yang luas. Akan banyak tantangan yang dihadapi saat perjalanan tersebut. Tapi, sekali lagi kamu tak perlu khawatir. Karena dalam menjalani hal tersebut kamu tidak sendirian, kamu selalu memiliki pasangan sah yang siap sedia berada di sampingmu.

  1. Berkembang dan belajar bersama

Banyak yang menilai jika nikah muda, pasangan belum siap karena faktor kedewasaan yang belum matang. Padahal hal itu tidak mutlak karena faktor usia saja. Pernah dengar perkataan bahwa belajar bersama lebih mudah dibanding sendirian? Hal ini juga berlaku pada pernikahan. Dengan nikah muda, kedewasaan akan sendirinya terbangung seiring dengan tanggung jawab yang diemban baik dari istri maupun suami.

Jangan sungkan untuk belajar bersama meniti pernikahan. Jika pasanganmu yang salah, maka kamu yang mengingatkan begitu sebaliknya. Hal ini tak hanya berlaku untuk pasangan muda saja loh. Orang yang menikah dengan usia terbilang tua juga perlu melakukan hal ini. Bahkan pasangan suami istri yang sudah menikah bertahun- tahun.

  1. Keuangan lebih tertata

Tak dapat dipungkiri bahwa jiwa muda masih terbilang gemar menghambur- hamburkan uang. Dan cenderung sulit menyisihkan hasil gajinya untuk tabungan hingga investasi. Dengan nikah muda, kamu akan memiliki bendahara pribadi yang mampu mengontrol keuangan mu, dan dapat menahan hasrat muda mu untuk menghamburkan uang.

Persiapkan Hal Ini Sebelum Kamu Memutuskan Untuk Nikah Muda

Eits, tapi untuk mendapatkan keuntungan tersebut, kamu perlu memperhatikan hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum kamu nikah muda.

  1. Cari ilmu sebanyak- banyaknya

Menikah jangan asal menikah untuk memuaskan nafsu biologis semata ya. Menikah juga ada ilmunya. Carilah pengetahuan tentang dunia pernikahan sebanyak- banyaknya. Supaya kamu memiliki gambaran apa yang akan kamu hadapi. Mintalah pengalaman dari orang- orang terdekatmu, seperti keluarga dan sahabat. Jika perlu, konsultasi dengan pihak wedding organizer favorit kamu.

  1. Menabung

Nikah itu tidak gratis ya, harus ada modal. Makanya, jika kamu memiliki rencana untuk nikah muda. Persiapkan keuangan mu sedini mungkin. Jangan terlalu sering menghamburkan uang untuk hal- hal tak penting, apalagi jika uangmu habis hanya karena keseringan nongkrong tak jelas. Sekali lagi ingat, menikah itu butuh uang tak hanya untuk resepsi saja. Pikirkan juga hidup pasca resepsi pernikahan mu.

  1. Bangun komunikasi yang baik antara kamu dan pasangan

Sering- seringlah berkomunikasi dengan pasanganmu jika kamu akan melaksanakan nikah muda. Komunikasi yang baik adalah awal terjalinnya hubungan yang baik pula. Jika gagasan yang kamu miliki sudah bertemu dengan gagasan yang pasanganmu miliki, maka tugas kalian berdua adalah menyatukan gagasan tersebut.

Komunikasikan juga bagaimana nantinya kamu dan pasangan akan mengatur rumah tangga. Apakah istri harus sepenuhnya mengerjakan pekerjaan rumah tangga? Apakah akan mempekerjakan asisten rumah tangga? Apakah keuangan istri juga milik suami? Apakah sepenuhnya keuangan suami akan diatur oleh istri?. Hal- hal seperti itu perlu terlebih dahulu didiskusikan bersama.

  1. Diskusikan dimana kalian akan tinggal

Tempat tinggal tentu menjadi hal yang krusial. Tak sedikit perempuan yang enggan tinggal di rumah mertua karena banyak alasan. Biasanya, tak dapat bersikap leluasa jika masih tinggal dengan orang tua, terlebih itu adalah mertua. Tapi, jika memang masih harus tinggal bersama orangtua, diskusikan bagaimana kalian akan bersikap. Lebih baik lagi jika kamu bisa membangun komunikasi yang baik dengan orang tua ataupun mertua. Berikan pengertian bahwa nanti, kamu sudah berkeluarga dan ada hal orang tua tak perlu ikut campur.

  1. Mantapkan niat

Yang ini menjadi modal awal untuk nikah muda. Kamu perlu memantapkan niat mu dan pasanganmu. Jika kalian berdua sudah ada di jalur yang sama. Kalian tinggal mempersiapkan hal lainya. Bisa dibayangkan jika kalian tidak memiliki niat yang sama tapi salah satunya memaksakan untuk menikah, yang ada hubungan kalian yang akan hancur. Pastikan niat kalian sudah mantap ya.

×